Sinergi TRANGI 9 dan PAPDA Production Perluas Kerja Sama, Bangkitkan Perfilman Lokal

Jelajahnusantaranews

SEMARANG- Semangat kebangkitan perfilman lokal kian terasa di Kota Semarang. Momentum ini semakin kuat setelah PAPDA Production menerima perpanjangan legalitas operasionalnya, yang menjadi landasan penting untuk memperluas gerak kolaborasi dalam membangun ekosistem industri kreatif daerah.

PAPDA Production didirikan oleh Rozikin Subastian BD, yang tidak hanya berperan sebagai pendiri, tetapi juga menjabat sebagai Ketua DPD TRANGI 9 Jawa Tengah. Peran strategis tersebut memperkuat jembatan antara rumah produksi dan komunitas kreatif dalam mendorong lahirnya karya-karya film berbasis potensi lokal.

Penguatan langkah kolaboratif diwujudkan melalui kemitraan yang semakin erat dengan TRANGI 9. Sinergi ini difokuskan pada produksi karya kreatif, pengembangan talenta daerah, serta penciptaan ruang kolaborasi antara komunitas dan rumah produksi sebagai kunci tumbuhnya industri film yang berkelanjutan.

Saat ini, TRANGI 9 juga telah terdaftar di Badan Perfilman Indonesia, sehingga kolaborasi yang dibangun memiliki landasan profesional dan terhubung langsung dengan ekosistem perfilman nasional. Keikutsertaan ini menjadi penguat legitimasi sekaligus membuka peluang jejaring yang lebih luas bagi sineas daerah.

Ketua TRANGI 9, Teddy Prangi, menegaskan bahwa kerja sama yang diperluas ini tidak hanya berorientasi pada produksi film, tetapi juga mencakup pelatihan, edukasi perfilman, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Selain aktif sebagai organisator, Teddy juga dikenal sebagai artis film dan sinetron yang memiliki pengalaman langsung di dunia industri hiburan.

“Kami ingin membuka lebih banyak peluang kolaborasi, pelatihan, serta produksi bersama agar talenta-talenta lokal memiliki ruang berkembang dan mampu menghasilkan karya yang membanggakan daerah,” ujarnya.
Teddy

Menambahkan bahwa pihaknya ingin membangun ekosistem perfilman yang benar-benar hidup dari daerah, dengan melibatkan generasi muda, komunitas seni, hingga pelaku UMKM kreatif agar industri film tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Perfilman daerah harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Kita ingin anak-anak muda Semarang percaya diri berkarya, tidak harus selalu ke Jakarta untuk diakui. Dari Semarang pun kita bisa melahirkan karya besar yang berkarakter lokal namun berdaya saing nasional,” tambahnya.

Ke depan, PAPDA Production bersama TRANGI 9 berencana menghadirkan berbagai program kreatif, mulai dari produksi film tematik yang mengangkat kearifan lokal, workshop dan edukasi perfilman bagi generasi muda, hingga pemberdayaan aktor serta kru lokal agar lebih siap bersaing di tingkat nasional.

Kolaborasi berkelanjutan ini menjadi penanda bahwa kebangkitan perfilman daerah tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kemitraan yang solid antara komunitas, pelaku industri, dan dukungan berbagai pihak agar Semarang semakin kokoh sebagai salah satu simpul pertumbuhan perfilman daerah di Indonesia.

(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *