Hangatnya Silaturahmi Bani Sunar: Arisan Keluarga Jadi Momen Halal Bihalal Penuh Makna

Jelajahnusantaranews/Jateng

SEMARANG – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa begitu kental dalam pertemuan keluarga besar Bani Sunar yang digelar baru-baru ini. Kegiatan arisan rutin yang selama ini menjadi tradisi bulanan, kali ini terasa lebih istimewa karena dirangkai dengan momen halal bihalal.

Keluarga besar Bani Sunar merupakan keturunan dari almarhum Bapak Sunardi dan almarhumah Ibu Manirah. Semasa hidup, keduanya dikaruniai empat orang anak, yaitu Sugimah, Supiyan, Supeni, dan Sumiyah. Dari garis keturunan inilah kemudian lahir generasi-generasi penerus yang terus menjaga erat tali silaturahmi.
Dari Bapak Supiyan, lahir lima orang anak, yakni Siti Sholekah, Siti Maemunah, Siti Zulaikah, Siti Aminah, dan Rozikin Subastian.

Sementara itu, dari Ibu Supeni lahir tiga orang anak, yaitu Suliyah, (Almh) Suhali, dan (Almh) Suhadi.


Adapun dari Ibu Sumiyah, keluarga berkembang semakin besar dengan kehadiran 13 orang anak, yakni Karimah, Maria, Supranti, Sukijo, Subeki, Kasim, Muslih, Mustakim, Sahri, Ali Ridho, Muhammad Rodhi, Ardiyah, dan Badriyah, yang turut meramaikan dan mempererat kebersamaan keluarga besar ini.

Menariknya, perkumpulan keluarga besar Bani Sunar saat ini dipimpin oleh salah satu cucu dari Ibu Sumiyah, yakni Ustaz Amir Mahmud. Sosoknya sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat, khususnya dalam kegiatan dakwah di berbagai daerah, sehingga kehadirannya turut memberikan warna tersendiri dalam menjaga kekompakan dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan keluarga besar ini.

Tradisi arisan keluarga Bani Sunar sendiri rutin dilaksanakan setiap bulan sebagai wadah menjaga komunikasi, mempererat persaudaraan, sekaligus menjadi ajang berbagi cerita antar anggota keluarga lintas generasi.

Pada tahun ini, kegiatan arisan yang dirangkaikan dengan halal bihalal dilaksanakan di kediaman Rindhi, salah satu cucu dari almarhumah Ibu Sumiyah, yang berlokasi di kawasan Tambak Lorok/Tambak Mulyo RW 12, Kelurahan Tanjung Mas. Acara berlangsung penuh keakraban, diwarnai canda tawa, saling bermaafan, serta doa bersama untuk para leluhur.


Momen ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan masing-masing, keluarga tetap menjadi tempat pulang yang paling hangat. Melalui tradisi sederhana seperti arisan, nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan saling peduli terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

(listiana.k)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *