Lambannya Penanganan Talud di Bendan Duwur Berbuah Bencana, Dua Rumah Roboh

Jelajahnusantaranews

SEMARANG- Lambannya penanganan kerusakan talud di Jalan Talangsari Raya RT 02 RW 01, Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, akhirnya menimbulkan dampak serius.

Setelah sebelumnya satu rumah roboh, kini satu rumah lagi ambruk akibat longsoran yang terus melebar. Lebih mengkhawatirkan, tiga rumah warga lainnya kini berada dalam kondisi terancam.
Ironisnya, persoalan ini bukanlah kejadian baru. Warga mengaku telah berulang kali melaporkan kerusakan talud tersebut kepada pemerintah setempat.

Bahkan menurut informasi yang diterima warga, lokasi tersebut telah beberapa kali disurvei dan disebut telah masuk dalam rencana anggaran perbaikan.
Namun hingga lebih dari delapan bulan berlalu, perbaikan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Akibatnya, kondisi talud semakin rusak dan longsoran terus meluas hingga merusak rumah warga.

Peristiwa robohnya rumah kedua terjadi saat warga sedang melakukan kerja bakti untuk mengantisipasi longsoran yang semakin dalam. Di tengah upaya swadaya tersebut, warga justru dikejutkan dengan ambruknya satu rumah di sekitar lokasi.

Ketua RT 02 RW 01, Mashuro, mengatakan kondisi ini membuat warga hidup dalam kecemasan setiap kali hujan turun.
“Warga sangat was-was. Longsoran ini bukan hanya merusak jalan, tapi sudah mengancam keselamatan jiwa warga. Kalau hujan turun deras, kami takut akan ada rumah lain yang ikut roboh,” ujarnya.

Karena tak kunjung ada tindakan nyata, warga akhirnya berinisiatif melakukan penanganan darurat secara mandiri dengan memasang bronjong bambu untuk menahan longsoran agar tidak semakin melebar.

Tak hanya itu, demi menghindari risiko yang lebih besar, warga juga memutuskan menutup Jalan Talangsari Raya yang selama ini menjadi akses penghubung beberapa RT dan RW.

“Longsoran sudah memakan hampir setengah badan jalan. Kalau masih dilewati kendaraan, kami khawatir jalan itu runtuh dan bisa menimbulkan korban,” jelas Mashuro.

Situasi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga. Mereka mempertanyakan realisasi anggaran perbaikan yang sebelumnya disebut telah disiapkan, namun hingga kini belum terlihat pelaksanaannya.

Sementara itu, Lurah Bendan Duwur, Anis Kartikaningrum, SH, yang datang langsung ke lokasi bersama staf kelurahan setelah menerima laporan rumah roboh, mengaku prihatin atas kejadian tersebut.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Sebenarnya lokasi ini sudah diajukan anggaran perbaikannya dan memang sudah disurvei. Tinggal pelaksanaannya saja,” ujarnya kepada awak media.

Pihak kelurahan, lanjutnya, akan kembali melakukan pengecekan kepada pemerintah kota terkait kapan pembangunan talud tersebut akan direalisasikan.

“Besok akan kami cek kembali kapan pembangunan ini akan dieksekusi oleh Pemkot,” katanya.

Sementara itu, warga berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada tahap survei dan perencanaan semata. Mereka meminta langkah cepat dan nyata agar kerusakan talud segera diperbaiki sebelum bencana yang lebih besar benar-benar terjadi.

(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *