WBI DPD Jateng Desak Percepatan Tanggul Tol Sayung Demak, Antisipasi Banjir Rob di Pantura

Jelajahnusantaranews/ Jateng

SEMARANG – Ketua DPD Warga BumiPutra Indonesia (WBI) Jawa Tengah, Rozikin Subastian BD, menghimbau agar pembangunan tanggul tol Sayung Demak dapat segera diselesaikan. Hal ini dinilai mendesak mengingat meningkatnya aktivitas kendaraan yang masih melintasi jalur non tol di kawasan Pantai Utara (Pantura), yang rawan terdampak banjir rob.

Menurut Rozikin, banjir rob hingga kini masih menjadi persoalan serius di Provinsi Jawa Tengah. Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini turut memperparah genangan air laut yang masuk ke daratan. Dampaknya, sejumlah ruas jalan utama di Pantura kerap tergenang, termasuk di wilayah Kabupaten Demak yang menjadi salah satu daerah paling terdampak.

“Percepatan pembangunan tanggul tol Sayung Demak sangat penting untuk mengurangi dampak rob, terutama bagi pengguna jalan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada menyusul beredarnya informasi terkait potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi tahun 2026 di wilayah pesisir, khususnya Pantura Jawa. Fenomena ini berkaitan dengan fase bulan purnama maupun bulan baru yang dapat menyebabkan pasang maksimum (spring tide), ditambah faktor angin kencang serta tekanan atmosfer rendah.


Rozikin menekankan bahwa informasi tersebut perlu disikapi secara bijak. “Masyarakat harus tetap tenang dan rasional, namun tidak lengah. Potensi rob memang ada, tetapi tidak selalu berarti akan terjadi bencana besar,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan sejumlah potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh banjir rob, antara lain genangan air laut yang masuk ke permukiman, kerusakan infrastruktur dan bangunan, pencemaran sumber air bersih oleh air asin dan limbah, gangguan listrik serta transportasi, hingga meningkatnya risiko penyakit pascabanjir.

Sementara itu, Ketua Umum WBI, A.M. Hendropriyono, Jenderal TNI (Purn.), Prof. Dr., S.T., S.H., M.H., menyatakan dukungannya terhadap seluruh kegiatan WBI di berbagai daerah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa peran organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam membantu pemerintah dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat, diharapkan upaya mitigasi banjir rob di wilayah pesisir Jawa Tengah dapat berjalan lebih optimal serta mampu meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

(Arinda.k)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *